Gambar Memek Sempit ABG

Kumpulan Gambar Memek Sempit ABG

Cerita : Cerita Dewasa: Icha yang Malang

Download Video 7MB

Download Video 8MB

Download Video 5MB

Download Video 6MB

Download Video 9MB

Download Video 12MB

Cerita Dewasa: Icha yang Malang

“Pasti hari ini, saya di pangil ke kantor Kepsek lagi.” pikirnya.
Dia terus berjalan memasuki ruang kelasnya. Wajahnya yang putih, tampak cantik dengan jilbab putihnya yang bersih. Bel tanda di mulainya pelajaran berbunyi. Tak lama seorang guru memasuki kelas dimana gadis itu duduk.

“Selamat pagi, pak” sapa murid murid nya serempak.
“Pagi..” jawab guru itu.
Guru itu melihat satu persatu anak didiknya.
“Icha..” suara guru itu menghentak gadis cantik berjilbab itu.
“Ya..pak” jawab Icha.
“Kamu di panggil ke ruang kepala sekolah” Kata guru itu.

Icha sudah tahu sebelumnya, sudah telat satu minggu dia belum melunasi SPP nya. Apa lagi bulan lalu dia masih menunggak. Dengan gontai Icha bangun dari kursinya dan berjalan ke luar ruang kelasnya. Beberapa pasang mata, teman temannya melihatnya.

“Tok tok” suara ketukan pintu di ruang Kepsek terdengar.
“Masuk” begitu jawaban dari dalam ruang itu. Icha membuka pintu ruang Kepsek itu.
“Selamat pagi Pak” sapa Icha kepada kepala sekolahnya.

Kepala sekolah itu menatap Icha, gadis cantik, kelas 1 SMU yang selalu berjilbab. Di usianya yang baru 16 tahun, tercermin kecantikan dan ke elokan di wajahnya.
“Hemm, apa yang ada di balik rok abu abu panjangmu Icha..” guman Kepsek itu dalam hat i.

“Begini Icha, soal pembayaran SPP” kata Kepsek itu.
“Maaf pak.. orang tua saya belum punya uang” jawab Icha.
“Yah, tapi peraturan, Icha tidak bisa begitu, kamu sudah menunggak, dan sekarang juga belum bayar, kamu akan di keluarkan dari sekolah ini” kata Kepsek itu.
“Tolong pak, beri saya waktu” iba Icha.

“Ehm.. saya tahu, kamu murid yang pandai, sayang kalau sampai putus sekolah.” jawab Kepsek itu.
“Tolonglah pak” iba Icha lagi.
Mata Kepsek itu dengan jalang, menatap Icha.
“Icha, kamu sudah punya pacar”. kata Kepsek dengan senyum yang aneh

Icha agak tercengang dengan pertanyaan kepala sekolahnya yang tidak relevan ini.
“Tidak saya tidak punya pacar pak” jawab Icha.
“Bagus… kamu bisa terus di sekolah ini, tidak usah bayar SPP, asal kamu mau bercinta dengan saya” kata Kepsek.

Kuping Icha terasa panas mendengar kata kata Kepsek itu.
“Pak, maksud bapak apa” kata Icha.
“Hahaha, saya rasa kamu tahu maksud saya, apa perlu saya perjelas..? kata Kepsek itu lagi.
“Pak saya tidak bisa” jawab Icha sambil mengeleng
“Kalau begitu, kamu di keluarkan dari sekolah ini sekarang juga” bentak Kepsek itu.
“Tapi pak..tolong jangan keluarkan saya” iba Icha.

Kepsek itu tersenyum
“Icha saya tidak sejahat itu, saya cuma ingin bersenang-senang dengan kamu, sayang”.
Icha diam menundukkan kepalanya, di hatinya berkecamuk segala macam pikiran.
“Icha, kalau kamu mau, saya malah bisa memberi kamu uang jajan setiap hari” kata Kepsek itu lagi.

Icha hanya bisa diam, mulutnya tak mampu untuk berbicara. Dan Kepsek itu mulai mendekatinya, dan tiba tiba mencium bibir Icha. Saat itu Icha meronta.
Jjangan pak, saya tak mau”.
Icha lalu berlari ke arah pintu, tapi Kepsek itu lebih sigap,

Pintu di ruangan itu berhasil di tahan oleh Kepsek itu. Dan Kepsek itu menrai k tangan Icha menjauh dari pintu itu, lalu mengunci pintu ruang itu. Icha terus meronta, tapi Kepsek itu menampar pipinya.
“Aduh” jerit Icha.

Lalu dengan kuat tubuh imut ABG itu di hempaskan ke sofa di ruang itu.
“Kamu jangan macem-macem, lebih baik turuti kemauan saya, atau saya akan menyiksa kamu” ancam Kepsek itu.
Icha mulai panik.
“Jangan saya tidak mau..lepaskan” jeritnya.

“Plak” Kepsek itu kembali menampar wajahnya, meninggalkan bekas memerah di pipinya.
“Ampun pak, jangan..sakit” erang Icha sambil memegang pipinya.
“Diam jangan cerewet kamu” kata Kepsek itu yang sudah di kuasi nafsu birahinya.

Tangan Kepsek itu dengan cepat melepas baju seragamnya dan dilanjutkan dengan bra yang di kenakannya. Buah dadanya yang baru tumbuh itu menjadi santapan liar mata Kepsek itu. Puting susunya yang kecil di sentuhnya, Icha kembali merota
“Jangan pak..jangan..saya malu”

“Diam, mau saya tabok lagi kamu..yah” bentak Kepsek itu.
Icha terdiam, air matanya mulai mengalir.
Tiba tiba, putting susunya di cubit dan di tarik Kepsek itu.
“Aduh..sakit, jangan..sakit..ampun” erang Icha.
“Yah terus menjerit, gua suka mendengarnya” kata Kepsek itu menyeringai.

Kepsek itu terus mencubit, dan memilin puting susu imut milik Icha, membuat Icha merasa kesakitan. Kemudian kepsek itu mejilati puting susu Icha dan menyusui di buah dada Icha.
“Ih..eh..jangan pak..ahh” erang Icha.

Rok panjang yang di kenakannya, mulai di naikkan ke atas sebatas pinggulnya. Icha kini hanya bisa pasrah, memperlihatkan ke mulusan pahanya. Tangan Kepsek itu pun mengelus elus paha mulus dan licin itu, sambil matanya menatap selakanganan Icha yang masih terbungkus celana dalam pinknya.
“Benar benar bikin nafsu..” ujar Kepsek itu.

Kemudian kedua belah kaki Icha di buka lebar oleh Kepsek itu. Hidung Kepsek mendekati selangkangan celana dalam itu, dan menghirup aromanya
“Hmmm, aroma perawan” puji Kepsek itu dengan menyeringai.
Tangan Kepsek lalu melepas celana dalam pink itu dan kembali melebarkan kedua belah kaki Icha.

Mata Kepsek terbelak, menyaksikan vagina Icha yang masih muda itu. Belahanya masih sempit dengan bulu-bulu halus yang baru tumbuh di bukit vaginanya. Dengan dua jarinya Kepsek membelah bibir vagina itu, dan menemukan klitorisnya yang merah, serta liang vaginanya yang tampak rapat.

Lidah Kepsek pun menjulur, menjilati vagina Icha.
“Ihh…jangan pak..geli..” erang Icha, dengan tubuh yang mengeliat.
Lidah Kepsek terus saja, menyapu vaginanya bergerak cepat di klitorisnya yang terlihat semakin tegang. Icha pun terus menerus mengeliat dan mengerang. Tanpa terasa, birahi Icha pun naik, dia merasakan nikmat yang baru pertama kali di rasakannya. Terasa vagina Icha mulai dibasahi oleh lendir birahinya

Lidah Kepsek semakin liar menyapu vag ina Icha, dan Birahi Icha sudah birahi.
“Ahhh sudah pak” erang Icha..
Kepsek itu menghentikan jilatannya dan memandang wajah cantik ABG berjilbab itu.
“Sudah? yang benar.. jangan pura pura, saya tahu kamu suka dijilatin” kata Kepsek itu.

Wajah Icha memerah. Lidah Kepsek itu tiba tiba menjilati lagi klitorisnya.
“Ehhhh…ahhhh…” Icha kembali mengerang.
Lidah itu terus menyapu dengan liar.
“Enak engak Icha sayang..?” tanya Kepsek itu pada Icha

Icha tak menjawab dia memejamkan matanya.
“Eh kalau di tanya jawab dong, enak engak?” Kepsek itu mengulangi pertanyaannya.
Icha menjawab singkat
“Enak..”, sambil menutup wajah cantiknya dengan jilbab putihnya..

“Ahhh ahh.. pak” erang Icha ketika kembali merasakan lidah Kepsek itu menyapu vaginanya.
Dan Kepsek itu terus menstimulasi klitoris Icha yang tampak sudah semakin membesar karena birahinya. Liang vaginanya terus mengeluarkan len dir birahinya. Tubuh Icha terus mengeliat merasakan kenikmatan.

Tanpa sadar birahinya semakin memuncak, orgasme semakin mendekati, ada suatu desakan dalam tubuh Icha. Lidah Kepsek itu bergerak terus, dan Tubuh Icha tiba-tiba kejang, lalu mengejet beberapa kali.
“Ahhh .enak sekali” erang Icha, tak bisa lagi menyembunyikan perasaannya.

Kepsek itu tahu jelas Icha baru saja orgasme. Dia berhenti, dan membiarkan Icha menikmati orgasmenya. Dengan segera Kepsek melepas celananya sekaligus kolor hitamnya. Penisnya langsung mencuat, tegang sekali. Kepsek menyodorkan penis itu di mulut Icha. Tapi Icha membuang muka, merasa jijik dengan benda asing, yang baru pertama kali dilihatnya itu.

“Icha, ayo gantian dong” bujuk Kepsek itu.
Kepsek itu memegang tangan Icha, dan membawanya ke batang penisnya yang sudah tegang itu. Icha meraba raba penis itu. Mata Kepsek merem melek, ketika batang penisnya di remas jari jari lembut Icha.

“ahhh ahh..enak” erang Kepsek.
Tangan Icha terus meremas batang penis Kepsek itu. Icha pun merasakan sensasi nya.
“Icha sayang, jilat in dong..ayo..” pinta Kepsek itu.
Tapi Icha terlihat ragu sekali. Tapi Kepsek itu terus membujuknya. Akhirnya Icha menjulurkan lidahnya, dan menjilati batang penis itu.

Karena Icha belum pengalaman, maka Kepsek itu segera menarik penisnya. Kepsek itu yang sudah bernafsu segera mengarahkan penis itu ke vagina Icha. Kepala penis itu, menempel di liang vagina Icha. Perlahan, penis yang besar itu di tekan masuk ke dalam liang vagina Icha.
“awww Sakit pak ampun stop..” jerit Icha, ketika penis Kepsek yang besar itu, menerobos masuk liang vaginanya, merobek selaput daranya.

Icha mengigit bibirnya menahan rasa sakit di vaginanya, dan Kepsek itu terus menekan, hingga penisnya mentok. Perlahan Kepsek, menarik keluar penisnya dari liang vagina Icha, disertai erangan Icha.
“Gila, enak bener vagina kamu sayang” kata Kepsek sambil mengerakkan penisnya dalam vagina Icha.
Kepsek itu merasa nikmat sekali, tapi Icha merasakan kesakitan sekali.

Vaginanya yang perawan, di lukai oleh penis Kepsek itu yang cukup besar. Tangan Icha mengcengkram ujung sofa kulit di ruang itu. Dari mulutnya terdengar erangan kesakitan. Raut mukanya meringis ringis menahan sakit dan pedih di vaginanya.

Sementara Kepsek itu terus mengerakkan batang penisnya keluar masuk liang vagina Icha penuh nafsu. Nafasnya ngos ngosan, keringat membahasi dahinya. Penis itu terus menusuk-nusuk liang vagina Icha.
“aduh..sakit..sudah pak sakit sekali” erang Icha.
Tapi Kepsek itu tidak peduli, hasratnya harus terpenuhi.

Tubuh Icha menjadi lemas, saat sata mendekati ejakulasinya, gerakan Kepsek itu semakin liar, Penis itu di hentakan dalam vagina Icha. Icha menjerit setiap kali batang penis itu menghentak dalam vaginanya.
” aduh..sakit”

Untunglah tak lama kem udian penis besar itu berhenti bergerak. Penis itu diam dalam liang vagina Icha. Dan Icha bisa merasakan sperma Kepsek itu membajiri liang vaginanya. Perlahan penis Kepsek itu terlepas dari liang vaginanya.

Tampak sperma mengalir keluar dari liang vagina Icha yang memar memerah. Ada bercak darah di vaginanya. Kepsek itu memberinya tisuue,
“Ini di lap, tuh vagina” kata Kepsek itu.
Sambil melap vaginanya, air mata Icha mengalir.
“Udeh gak usah nangis segala..:” kata Kepsek itu.

Icha memakai kembali pakaiannya, merapikan jilbabnya yang acak acakkan. Lalu dia berjalan ke arah pintu.
“Icha, ini buat kamu jajan” kata Kepsek itu, sambil memberikan beberapa lembar, uang lima puluh ribuan.
“Kamu jangan takut, kamu akan tetap sekolah disini..” kata Kepsek itu
Icha menatap Kepsek itu.
“Oh iyah, dan jangan lupa besok kamu kemari lagi yah” kata Kepsek itu.
Icha hanya diam, lalu Kepsek itu membuka pintu ruang it u, dan Icha berjalan dengan kepala tertunduk kembali ke kelasnya.

Tamat

Cerdes (Cerita Dewasa)

Gambar Memek Sempit ABG © 2017Frontier Theme